Di kampung Jatinom, yang biasanya lebih dikenal dengan pecel ndeso dan angkringan ber-Spotify, mendadak geger. Bukan karena ada sinetron syuting atau maling ayam kena batunya, tapi karena Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jatinom resmi punya gedung baru tiga lantai!
Gedung baru yang diberi nama “Gedung Ki Ageng Gribig”, bukan cuma sekadar bangunan tinggi dengan aroma karbol dan AC nyess. Di dalamnya ada poliklinik, apotek, ruang fisioterapi, rawat inap kelas 1, ICU, sampai VIP. Lah piye, sakit aja mewah, yang sehat yo kepengin mampir!
“Dulu kalau sakit mesti melipir ke Klaten, sekarang tinggal ngesot pun bisa langsung dirawat sambil ngopi di ruang tunggu,” ujar dr. Nur Haryadi, sang direktur rumah sakit yang tetap kalem meski pasiennya makin rame.
Yang bikin netizen manggut-manggut sambil nyeruput kopi sachet adalah pernyataan sang dokter: “Kita tidak membeda-bedakan, dari agama, ekonomi, apapun latar belakangnya. Semua kita layani. Medis kita makin lengkap, bahkan alat yang dulu cuma ada di kota, sekarang sudah di Jatinom!”
Hebat tenan. Kalau dulu warga cuma bisa dapat pelayanan kesehatan dari balai pengobatan yang lebih mirip pos ronda dikasih stetoskop, sekarang bisa dapat layanan ICU tanpa harus jual motor dulu.
Tapi ya, seperti biasa… Gareng Petruk tetap harus nyolek. Jangan sampai gedung baru bikin pelayanan ikut ‘naik kelas’ dalam urusan birokrasi dan antrean. Lantai tiga boleh mewah, tapi jangan sampai hati nurani petugas medis ikut naik ke loteng dan susah diakses pasien kecil.
Ekonomi lokal pun ikut senyum. Toko-toko sekitar rumah sakit mulai ramai. Warung makan laris, tukang parkir mendadak jadi konsultan lahan sempit, dan penjual tisu bisa naik kelas jadi pemilik kios. Ya iyalah, pasien nambah, yang jenguk juga bawa rombongan.
Pejabat datang, gunting pita, selfie, terus pamit. Tapi warga berharap, yang diresmikan bukan cuma gedungnya, tapi juga semangat untuk terus melayani, walau yang datang cuma pakai sandal jepit dan bawa BPJS yang fotonya burem.
Jatinom boleh kecil, tapi mimpinya besar. Siapa sangka, dari balai pengobatan 51 tahun lalu, bisa berdiri rumah sakit tiga lantai yang siap jadi mercusuar kesehatan di tengah desa.
Gareng cuma mau bilang:
Gedung boleh tinggi, fasilitas boleh canggih. Tapi jangan lupa, kesehatan bukan soal tempat tidur dan monitor detak jantung, tapi soal empati, pelayanan, dan… parkiran yang gak nyusahin!

Catatan Kecil buat Pejabat:
Lain kali kalau datang peresmian, jangan cuma bagi sambutan. Sekali-sekali coba rawat inap semalam, biar tahu rasanya makan bubur RS yang rasanya kayak misteri…
#PKUJatinomNaikKelas #GedungGribig #RSDesaRasaKota #GarengPetrukSindiranMewah #SatireSehat #RawatInapVIPTapiHatiRakyat




















