Oleh Eko Setyo Atmojo
Klaten – Bulan Ramadhan datang lagi, dan seperti biasa, tradisi buka bersama serta santunan anak yatim kembali digelar. Kali ini, Wakil Ketua DPRD Klaten, H. Hariyanto, dan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, menjadi tuan rumah acara penuh berkah ini di kediaman pribadi mereka pada Sabtu sore (22/3/25).
Seperti layaknya takjil yang selalu hadir di setiap buka puasa, kegiatan ini juga rutin dilakukan setiap tahun. Pak Hariyanto menegaskan bahwa ini bukan acara politik, hanya kewajiban sebagai umat Islam yang menunaikan zakat.

“Jadi kami tidak ada kepentingan politik di sini. Ini merupakan kewajiban sebagai umat Islam menunaikan zakat,” ujarnya dengan penuh semangat. Tentu saja, pernyataan ini langsung membuat angin berbisik ke telinga warga, “Oalah, alhamdulillah, berarti nggak ada spanduk, nggak ada janji-janji!”
Di sisi lain, Wakil Bupati Benny Indra mengungkapkan bahwa ada 300 lebih anak yatim yang menerima santunan dalam acara ini. Wajah-wajah polos penuh harap itu tersenyum menerima bingkisan, meski mereka belum tentu paham betapa kompleksnya dunia orang dewasa yang kerap menggunakan angka-angka dalam berbagai kepentingan.
“Harapannya, acara seperti ini bisa terus ada di Ramadhan-Ramadhan berikutnya,” kata Pak Benny. Harapan yang tentu diaminkan banyak orang, sebab dalam acara seperti inilah masyarakat bisa melihat kepedulian pejabat kepada mereka, meskipun mungkin hanya setahun sekali.
Acara ini dihadiri lebih dari 600 tamu undangan dan dimeriahkan oleh tausiah dari Ust. Sri Setyo dari Pondok Pesantren Al-Falah Sukoharjo. Ceramah beliau pastinya menambah hikmah bagi yang hadir, meskipun beberapa mungkin lebih fokus pada aroma makanan yang menggoda dari meja prasmanan.
Yang jelas, anak-anak yatim pulang dengan hati riang, perut kenyang, dan tangan penuh bingkisan. Warga yang hadir juga merasa adem melihat pejabat berbagi. Semoga acara semacam ini tidak hanya menjadi tradisi Ramadhan, tapi benar-benar menjadi bukti kepedulian sepanjang tahun. Sebab, seperti kata pepatah, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah—terutama kalau yang di atas benar-benar mau menolong, bukan sekadar eksis di musim kampanye!
Berita Terkait
Dua BUMD Klaten Didatangi DPR RI: Antara Reses, Regulasi, dan Rasa-Rasa Formalitas
Syarat Ketum PWI 2025 ditetapkan: calon kudu punya dukungan, bukan cuma dukungan langit!
Klaten Rakeran: FKUB Merancang Pusat Edukasi Kerukunan, Biar Damai Tak Cuma di Spanduk!
Sarasehan Budaya di Jatinom: Kerukunan Dihidupkan, Apem Disiapkan!




















