Klaten — Kalau biasanya warga Klaten harus merogoh kocek sampe dompetnya tinggal kenangan demi balik ke ibu kota, kali ini beda. Bukan sulap, bukan sihir, tapi program balik gratis dari Pemprov Jateng bikin ratusan warga bisa balik ke rantauan tanpa harus utang ke warung sebelah.
Empat bus gagah dilepas dari Terminal Ir. Soekarno Klaten pada Kamis pagi (10/4/25), bukan buat arak-arakan juara tarkam, tapi ngangkut para perantau ke Jabodetabek dan Bandung. Kepala Dinas Perhubungan Klaten, Pak Supriyono, tampil dengan gaya elegan—walau nggak pakai toga—menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk kasih sayang pemerintah kepada warganya.
“Hari ini kita melepas balik gratis dari Pemprov Jateng yang ditujukan untuk masyarakat Klaten dengan tujuan Jabodetabek dan Bandung,” ujar beliau, dengan nada serius tapi adem kayak AC kantor kelurahan.
Di tengah hiruk-pikuk harga tiket yang kadang lebih horor dari sinetron azab, program ini serasa oase di tengah padang tarif. Warga pun sumringah, apalagi yang biasanya naik truk sayur demi menghemat ongkos.
Paguyuban Warga Klaten (PWK) pun nggak mau ketinggalan tepuk tangan. Wakil Ketua Umumnya, Mas Lilo Cakra, menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat. Ya jelas, siapa sih yang nggak mau balik rantau gratis? Kalau bisa malah minta sekalian disuapin snack di jalan.
“Kami berterimakasih kepada pemerintah yang telah membantu dan memberikan manfaat bagi warga Klaten. Semoga tahun depan ada penambahan sehingga semua warga bisa terakomodir,” ucapnya, sambil berharap Pemprov tahun depan bisa jadi Traveloka edisi full subsidi.
Tentu saja, di balik canda tawa ini, ada makna yang dalam: negara hadir saat rakyat butuh. Bukan cuma hadir pas pemilu doang. Program seperti ini jadi bukti bahwa pemerintah bukan cuma bisa bikin baliho gede-gede, tapi juga bisa kasih solusi nyata di tengah rakyat yang makin hari makin lihai ngatur duit segenggam buat hidup sebulan.
Semoga ke depan, jumlah busnya nambah, snack-nya upgrade, dan sistemnya makin transparan. Karena warga butuh transportasi, bukan harapan palsu. Dan ingat, negara katanya pengen rakyatnya sejahtera—ya ayo bareng-bareng, jangan cuma rakyat yang diajak jalan kaki, pemerintahnya naik helikopter!




















