• Contcat Us
Jumat, April 17, 2026
Portal Berita Klaten - Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita Pemerintahan

KH. Syamsuddin Asyrofi :Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1446 H Untuk Penguatan Kerukunan Antarumat Beragama

garengklaten by garengklaten
Agustus 12, 2025
in Berita Pemerintahan, Layanan Publik
0
KH. Syamsuddin Asyrofi :Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1446 H Untuk Penguatan Kerukunan Antarumat Beragama
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa adanya Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Çaka 1947 yang hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penting untuk penguatan kerukunan bagi umat beragama di tanah air.

Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi di Klaten berkenaan dengan akan datangnya hari raya Nyepi dan hari Raya Idul Fitri yang waktunya hampir bersamaan.

READ ALSO

Sebanyak 1.440 GTT/PTT di Klaten Terima Kesra, Bupati: “Jangan Dipakai untuk Pinjol dan Judol”

Petugas BUMDes di Klaten Minta BPJS, Bupati: “Usulan yang Bagus”

“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan mewakili FKUB Kabupaten Klaten menyampaikan selamat memperingati Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan Selamat Merayakan hari Raya Idul Fitri bagi Umat Islam di tanah air” katanya.

Hampir satu bulan kata Syamsuddin umat islam sedang menjalankan Ibadah Puasa. Sementara Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi tanggal 29 Maret 2025, dan umat Islam tanggal 31 Maret 2025 merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Sejak memasuki bulan suci ramadhan menurut Syamsuddin ia mengajak dan meminta kerjasama seluruh umat beragama menjaga persaudaraan dan toleransi untuk mendukung kaum muslim yang sedang menjalankan ibadah puasanya agar lancar dan sukses hingga akhir.” katanya.

Di bulan Maret ini merupakan bulan penuh dengan peristiwa rohani, yakni dimana saudara-saudara kaum muslim menjalankan ibadah puasa, umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dan teman-teman umat Kristen juga memperingati hari Minggu Sengsara yakni hari-hari kehidupan terakhir Yesus Kristus menjelang peristiwa penyalipan menurut keyakinan umat Kristen.

” Oleh karena itu kami berharap peristiwa ini tidak saja menjadi peristiwa sejarah yang dirayakan setiap tahun, tetapi sungguh mewarnai setiap perilaku, cara berpikir, bertindak, berkata, dan bersikap.” katanya.

Syamsuddin berharap semua umat beragama dapat memanfaatkan masa-masa ini untuk lebih memacu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik, menjaga kerukunan, persaudaraan dan toleransi.

“Menjaga toleransi dimaknai sebagai sikap untuk saling menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada di antara umat manusia. Pelaksanaannya dilakukan oleh kedua belah pihak secara bersama-sama, umat yang berpuasa maupun umat yang tidak menjalankan ibadah puasa” katanya.

Toleransi menurutnya juga dimaknai sebagai memberi kebebasan atau membiarkan orang lain mengungkapkan pendapatnya dan berlaku sabar dalam menghadapi orang lain. Perwujudan nilai toleransi dilakukan melalui dua sikap yaitu menghormati keyakinan lain tanpa berpretensi menyalahkan dan bekerjasama dalam bidang tertentu.

“Oleh karena itu jika keharmonisan tidak ditanamkan demi kesatuan bangsa, maka prinsip membangun persaudaraan dengan baik tidak akan tercapai , karena agama memiliki peranan yang dominan dalam menciptakan masyarakat berbudaya” katanya.

Agama menurutnya dapat dikatakan memainkan sebuah peran yang baik apabila mampu memberikan kepada pemeluknya suatu gambaran nilai-nilai luhur. Sebaliknya, jika agama memegang peran ke arah negatif, maka hal ini akan menyebabkan pemeluknya terkurung ke dalam pikiran yang sempit dan menimbulkan konflik keagamaan.

“Itulah sebabnya tidak sefaham bukan alasan untuk saling bermusuhan. Keragaman dalam suatu komunitas bisa memberikan energi positif apabila digunakan sebagai modal untuk bisa bersama membangun bangsa dalam hubungan yang saling memberi dan menerima” ujarnya.

Namun terhadap sesuatu yang universal, seperti membangun kemaslahatan bersama, maka hal ini menjadi inti pokok ajaran Islam. Kehadiran agama Islam adalah untuk menebarkan kemaslahatan.

“Oleh sebab itu, kedatangan bulan Ramadan itu sarat dengan etika kesalehan sosial yang sangat tinggi. Setiap orang dituntut untuk melakukan pengendalian diri, disiplin, kesabaran, kejujuran serta menjunjung tinggi kerukunan umat. Selain itu, bulan Ramadan merupakan bulan yang erat dengan potret yang mengarah kepada eratnya keshalihan pribadi dengan keshalihan sosial antar umat beragama” pungkasnya.

Related Posts

Sebanyak 1.440 GTT/PTT di Klaten Terima Kesra, Bupati: “Jangan Dipakai untuk Pinjol dan Judol”
Berita Pemerintahan

Sebanyak 1.440 GTT/PTT di Klaten Terima Kesra, Bupati: “Jangan Dipakai untuk Pinjol dan Judol”

Agustus 15, 2025
Petugas BUMDes di Klaten Minta BPJS, Bupati: “Usulan yang Bagus”
Berita Pemerintahan

Petugas BUMDes di Klaten Minta BPJS, Bupati: “Usulan yang Bagus”

Agustus 15, 2025
Wunut Berdendang, Silaturrahmi Menyandang – Halal Bi Halal Bukan Sekadar Salam Tempel!
Berita Gaya Hidup

Wunut Berdendang, Silaturrahmi Menyandang – Halal Bi Halal Bukan Sekadar Salam Tempel!

Agustus 12, 2025
Klaten Diserbu Wisatawan! Umbul-Umbul Dibanjiri, Kepala Desa Minta Study Tour Jangan Lari ke Luar Negeri
Berita Nasional

Pemprov Jateng Jadi Ojol Rasa Malaikat: Ratusan Warga Klaten Balik ke Perantauan Tanpa Ongkos, Tanpa Drama

Agustus 12, 2025
Klaten Diserbu Wisatawan! Umbul-Umbul Dibanjiri, Kepala Desa Minta Study Tour Jangan Lari ke Luar Negeri
Berita Pemerintahan

Klaten Diserbu Wisatawan! Umbul-Umbul Dibanjiri, Kepala Desa Minta Study Tour Jangan Lari ke Luar Negeri

Agustus 12, 2025
TIKTOKER MAJU, TOKOH AGAMA PANTANG MUNDUR!
Berita Pemerintahan

TIKTOKER MAJU, TOKOH AGAMA PANTANG MUNDUR!

Agustus 12, 2025
Next Post
Bupati Klaten Ngumpul Bareng Wartawan: Lebaran, Silaturahmi, dan Bingkisan Rame-rame!

Bupati Klaten Ngumpul Bareng Wartawan: Lebaran, Silaturahmi, dan Bingkisan Rame-rame!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Aria Bima Saat Kunjungan Reses di BUMD Klaten

Dua BUMD Klaten Didatangi DPR RI: Antara Reses, Regulasi, dan Rasa-Rasa Formalitas

Agustus 7, 2025
Kemenag Klaten Gelar Dialog Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

Kemenag Klaten Gelar Dialog Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

Agustus 13, 2025
Duh, Pak Dewan! Gara-Gara Selingkuh, Warga Geruduk DPRD Klaten!

Duh, Pak Dewan! Gara-Gara Selingkuh, Warga Geruduk DPRD Klaten!

Agustus 12, 2025
Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, dan Janji Manis Ramadhan

Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, dan Janji Manis Ramadhan

Agustus 12, 2025
Halal Bihalal Guru PPPK Klaten: Antara Sambel Pecel, Soliditas, dan 3T Sakti

Halal Bihalal Guru PPPK Klaten: Antara Sambel Pecel, Soliditas, dan 3T Sakti

Mei 1, 2025

EDITOR'S PICK

Gusti Moeng beserta para abdi dalem Kraton Surakarta foto bersama Bupati dan Wakil Bupati Klaten (tengah memakai Samir) setelah upacara pemberian gelar kehormatan. Dok. Pribadi

GELAR KANJENG BUPATI KLATEN: ANTARA GELIMANG GELAR DAN JUMPUTAN JATIDIRI

Juli 19, 2025
SMA N 1 Jatinom dan Pancasila: Antara Literasi Digital dan Laku Hidup Warga Negara Beradab

SMA N 1 Jatinom dan Pancasila: Antara Literasi Digital dan Laku Hidup Warga Negara Beradab

Juni 19, 2025
IMM Klaten Dilantik: Semoga Bukan Cuma Pindah Jabatan, Tapi Juga Pindah Arah dan Pikiran!

IMM Klaten Dilantik: Semoga Bukan Cuma Pindah Jabatan, Tapi Juga Pindah Arah dan Pikiran!

Mei 5, 2025
Gareng-Petruk Jalan-jalan: Wisata Gokil Nan Berkah di Umbul Besuki

Gareng-Petruk Jalan-jalan: Wisata Gokil Nan Berkah di Umbul Besuki

Mei 11, 2025

Biro Klaten

Portal Berita Klaten – Gareng Petruk

Eko Setyo Atmojo

Kabiro Klaten

Biro Klaten - Harian Nasional Gareng Petruk.

Portal berita lokal Klaten yang menggabungkan gaya kritis, humor segar, dan sindiran tajam ala Punakawan. Kami hadir untuk mengabarkan kabar terbaru dari pelosok hingga pusat kota Klaten—mulai dari dinamika politik desa, geliat ekonomi pasar, kisah budaya, hingga cerita unik warganya—dengan bahasa yang renyah, ringan, tapi penuh makna.

Di sini, berita bukan hanya soal fakta, tapi juga rasa. Kami mengupas peristiwa dari sudut pandang rakyat jelata, menyuarakan yang tak bersuara, dan mengocok perut sambil mengajak pembaca berpikir. Gareng dan Petruk hadir sebagai pemandu, mengajak Anda tertawa, tersindir, dan tercerahkan dalam satu genggaman.

"Klaten itu bukan hanya gudeg dan candi, tapi juga gudangnya cerita gokil dan inspirasi!"

Follow us

Kategori

Jurnalis Gareng Petruk

  • Tentang Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalis Harian Nasional Gareng Petruk
  • Kantor Redaksi Pusat

© 2025 Biro Klaten - Gareng Petruk by Punakawan Group.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1

© 2025 Biro Klaten - Gareng Petruk by Punakawan Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In