Klaten, 26 Maret 2025 – Kalau ada acara yang isinya ngaji tapi tetap bikin adem dan nggak bikin kantuk, itulah peringatan Nuzulul Qur’an di Desa Butuhan, Delanggu, Klaten! Selasa malam (25/3/25), halaman Masjid At Taubah berubah jadi lautan manusia yang ingin mengisi Ramadhan dengan ilmu dan kebersamaan.
Kepala Desa Butuhan, Juned Prabowo, beserta perangkat desa dan masyarakat dari dalam serta luar desa tumplek blek menghadiri acara ini. Juned menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi lebih ke “charger iman” supaya masyarakat makin dekat dengan Al-Qur’an dan makin kompak membangun desa.
“Malam ini kita bersama-sama memperingati Nuzulul Qur’an. Semoga dengan kebersamaan ini, Desa Butuhan semakin maju dan berkah. Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur bukan cuma slogan, tapi harus kita wujudkan!” ujar Juned dengan semangat.
Acara makin syahdu dengan tausiyah dari KH. Ahmad Yani, S.Ag., yang mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tapi juga petunjuk hidup. Jangan sampai Al-Qur’an hanya bersih di rak tapi berdebu di hati! “Kalau semua sudah ada dalam Al-Qur’an, lha kok masih bingung nyari solusi hidup ke mana-mana?” sindirnya halus tapi nyelekit.
Tak hanya ceramah, suasana juga makin asyik dengan lantunan sholawat dan kajian interaktif. Warga tampak antusias, nggak ada yang sibuk mantengin HP sambil ngitung kapan acara bubar.
Harapannya, peringatan Nuzulul Qur’an ini bukan sekadar seremoni tahunan, tapi benar-benar membawa perubahan. Soalnya, percuma acara megah kalau setelahnya masih gemar ribut soal tanah warisan atau lupa bayar utang ke tetangga!
Mari jadikan Al-Qur’an bukan hanya kitab suci di rak, tapi juga panduan hidup yang nyata. Semoga Desa Butuhan makin rukun, aman, dan sejahtera. Aamiin!



















