• Contcat Us
Jumat, April 17, 2026
Portal Berita Klaten - Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Pojok Opini

WAISAK: LENTERA CINTA DI TENGAH KEGADUHAN DUNIA

garengklaten by garengklaten
Mei 12, 2025
in Pojok Opini
0
WAISAK: LENTERA CINTA DI TENGAH KEGADUHAN DUNIA
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wahai para pemirsa langit dan bumi, pembaca koran dan grup WhatsApp RT 03 yang suka sebar hoaks, mari kita jeda sejenak dari kegaduhan duniawi—dari cicilan yang belum lunas, dari polusi udara dan janji politik yang lebih mulus dari jalan tol. Hari ini kita bicara soal Waisak—bukan “wisak” dompet habis gajian—tapi Waisak, perayaan suci umat Buddha yang membawa pesan cinta, damai, dan kebajikan. Iya, yang kita sering lupa pas lagi rebutan diskon di e-commerce.

Satu Hari, Tiga Momen Sakti

READ ALSO

No Content Available

Waisak itu ibarat promo kombo spiritual: tiga momen dalam satu hari—kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha. Luar biasa, bukan? Kalau dalam sinetron, ini kayak satu episode langsung lahir, jadi ustaz, lalu wafat sambil background-nya pakai musik sendu. Tapi ini bukan fiksi. Ini ajaran tentang bagaimana hidup bisa diisi makna, walau kadang dompet dan hati kosong bersamaan.

Borobudur: Bukan Cuma Tempat Foto Prewed

Perayaan Waisak di Indonesia itu biasanya epic. Candi Borobudur jadi panggung utama, bukan buat shooting iklan pariwisata, tapi buat meditasi dan merenung. Ada pengambilan air suci dari Umbul Jumprit—tempat yang lebih jernih dari niat politikus pas kampanye. Lalu api abadi dari Mrapen—yang kalau bisa ngomong, mungkin udah protes, “kok saya terus yang diambil, yang lain mana?”

Ada juga Pindapata, di mana biksu-biksu keliling minta makanan. Tapi jangan salah sangka, ini bukan ngemis, ini latihan rendah hati dan ajakan untuk berbagi. Bukan kayak influencer yang ngemis endorse tapi sok dermawan pas live donasi.

Dan tentu, pelepasan lampion. Harapan mengudara, doa terbang ke langit, jauh dari komentar julid netizen. Kalau bisa, lampion itu jangan cuma bawa harapan pribadi, tapi juga harapan biar manusia sadar: bumi ini bukan tempat lomba menang-menangan, tapi rumah bersama yang butuh cinta dan logika.

Cinta Kasih: Bukan Sekadar Caption Instagram

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang makin penuh gengsi dan debat kusir di medsos, ajaran Waisak itu seperti teh hangat di pagi mendung. Mengajak kita mempraktikkan metta (cinta kasih), bukan cuma ke gebetan, tapi ke semua makhluk—bahkan ke nyamuk, walau kadang mereka nyebelin pas kita lagi meditasi.

Ini saatnya refleksi: apakah kita sudah benar-benar menjadi manusia? Atau baru sebatas wujud manusia, kelakuan aplikasi pinjol?

Kritik Sosial Versi Lembut, Tapi Nyelekit

Waisak juga mengingatkan kita, bahwa kebajikan itu bukan cuma buat pencitraan. Di negeri yang doyan bikin regulasi tapi lupa implementasi, pesan Buddha tentang hidup sederhana dan penuh pengertian kadang terdengar seperti mimpi utopis. Tapi bukan berarti nggak bisa. Kalau elit bisa nahan diri nggak saling nyinyir, rakyat pun bisa belajar saling peluk—bukan saling pukul.

Waisak dan Kita: Masih Waras di Tengah Wacana

Di tengah berita penuh konflik, hoaks, dan debat receh soal sandal hilang di masjid, Waisak datang seperti angin segar. Mengajak kita berhenti sejenak, merenung: apakah hidup ini sekadar ngejar status, atau memperbaiki isi?

Karena sejatinya, manusia itu bukan dinilai dari berapa banyak dia update status, tapi seberapa tulus dia memperbaiki sikap.

Penutup: Jangan Cuma Diam, Mari Nyala

Waisak bukan hanya milik umat Buddha. Ini adalah panggilan nurani untuk semua manusia. Untuk lebih sadar, lebih peduli, dan lebih waras. Kalau pemerintah sibuk ngurus proyek mercusuar, mari kita yang kecil ini jadi lentera. Nyala kecil yang menerangi.

Semoga kita bisa jadi manusia seperti yang Buddha ajarkan—bukan cuma pinter ngomong “damai itu indah”, tapi juga bisa senyum pas di depan orang yang gak kita sukai. Berat? Iya. Tapi itulah kebajikan.

Batu, 1252025
Tertanda: Gareng-Petruk, Versi Keyboard

Related Posts

No Content Available
Next Post
CINTA DI BALIK BALAI DESA – BUKAN SINETRON, TAPI NYATA!

CINTA DI BALIK BALAI DESA – BUKAN SINETRON, TAPI NYATA!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Aria Bima Saat Kunjungan Reses di BUMD Klaten

Dua BUMD Klaten Didatangi DPR RI: Antara Reses, Regulasi, dan Rasa-Rasa Formalitas

Agustus 7, 2025
Kemenag Klaten Gelar Dialog Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

Kemenag Klaten Gelar Dialog Cegah Dini Konflik Paham Keagamaan Islam

Agustus 13, 2025
Duh, Pak Dewan! Gara-Gara Selingkuh, Warga Geruduk DPRD Klaten!

Duh, Pak Dewan! Gara-Gara Selingkuh, Warga Geruduk DPRD Klaten!

Agustus 12, 2025
Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, dan Janji Manis Ramadhan

Buka Bersama, Santunan Anak Yatim, dan Janji Manis Ramadhan

Agustus 12, 2025
Halal Bihalal Guru PPPK Klaten: Antara Sambel Pecel, Soliditas, dan 3T Sakti

Halal Bihalal Guru PPPK Klaten: Antara Sambel Pecel, Soliditas, dan 3T Sakti

Mei 1, 2025

EDITOR'S PICK

Gareng Petruk Liputan Khusus: Mewarnai Masa Depan, Bukan Cuma Kertas!  Lomba Mewarnai Piala Bupati: Meningkatkan Kreativitas dan Percaya Diri Anak, Tapi Jangan Lupa, Pewarna Itu Mahal Lho, Pak!

Gareng Petruk Liputan Khusus: Mewarnai Masa Depan, Bukan Cuma Kertas! Lomba Mewarnai Piala Bupati: Meningkatkan Kreativitas dan Percaya Diri Anak, Tapi Jangan Lupa, Pewarna Itu Mahal Lho, Pak!

Mei 18, 2025
Sambut Nyepi, Umat Hindu Klaten Gelar Melasti: Mensucikan Diri, Sekaligus Mensucikan Pikiran yang Penuh Drama!

Sambut Nyepi, Umat Hindu Klaten Gelar Melasti: Mensucikan Diri, Sekaligus Mensucikan Pikiran yang Penuh Drama!

Agustus 12, 2025
Polres Klaten Amankan 5 Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

Polres Klaten Amankan 5 Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

Agustus 12, 2025
Wabup Klaten & KAGAMA: Halal Bi Halal Rasa Kolaborasi, Bukan Cuma Salam-Salaman

Wabup Klaten & KAGAMA: Halal Bi Halal Rasa Kolaborasi, Bukan Cuma Salam-Salaman

Agustus 12, 2025

Biro Klaten

Portal Berita Klaten – Gareng Petruk

Eko Setyo Atmojo

Kabiro Klaten

Biro Klaten - Harian Nasional Gareng Petruk.

Portal berita lokal Klaten yang menggabungkan gaya kritis, humor segar, dan sindiran tajam ala Punakawan. Kami hadir untuk mengabarkan kabar terbaru dari pelosok hingga pusat kota Klaten—mulai dari dinamika politik desa, geliat ekonomi pasar, kisah budaya, hingga cerita unik warganya—dengan bahasa yang renyah, ringan, tapi penuh makna.

Di sini, berita bukan hanya soal fakta, tapi juga rasa. Kami mengupas peristiwa dari sudut pandang rakyat jelata, menyuarakan yang tak bersuara, dan mengocok perut sambil mengajak pembaca berpikir. Gareng dan Petruk hadir sebagai pemandu, mengajak Anda tertawa, tersindir, dan tercerahkan dalam satu genggaman.

"Klaten itu bukan hanya gudeg dan candi, tapi juga gudangnya cerita gokil dan inspirasi!"

Follow us

Kategori

Jurnalis Gareng Petruk

  • Tentang Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalis Harian Nasional Gareng Petruk
  • Kantor Redaksi Pusat

© 2025 Biro Klaten - Gareng Petruk by Punakawan Group.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1

© 2025 Biro Klaten - Gareng Petruk by Punakawan Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In